Kamis, 08 November 2012

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Mengenai Keagamaan, Filsafat, dan Keindahan


BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yg dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Salah satu syarat yang teramat penting dalam kehidupan manusia adalah keyakinan, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai agama.
Yang menjadi pokok utama bagi manusia untuk mempercayai Tuhan dan perlunya hidup beragama adalah kebutuhan manusia akan rasa aman. Mereka yakin tiada daya dan upaya yang akan mempengaruhi kalau Tuhan tidak mengizinkan. Tuhan yang kita maksud adalah Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki kekuatan dan kasih sayang serta Tuhan yang menjadi sasaran beribadah.
Bagi orang yang percaya kepada Tuhan, perasaannya merasa selalu dilindungi oleh Tuhan baik dalam keadaan apapun, mereka tidak merasa takut. Kita perlu mempunyai kepercayaan terhadap Tuhan, mengingat kebutuhan jiwa pada diri kita. Begitu juga dengan orang yang kehilangan kepercayaan diri, harga diri dan kasih sayang, kalau mereka percaya akan Tuhan maka mereka akan bisa menghadapinya dengan penuh ketenangan.
Setiap daerah, setiap agama, dan setiap orang mempunyai cara-cara atau budaya tersendiri untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya. Seperti di Bali, sebagian penduduknya memeluk agama Hindu, mereka mempunyai cara tersendiri dalam melakukan pemujaan terhadap Tuhan, mereka memuja Tuhan dengan sesajen yang berisi macam-macam buah dan kembang berwarna warni. Daerah lainnya seperti Jawa, Madura, Kalimantan dan sebagainya mempunyai cara tersendiri sesuai agamanya. Meskipun cara atau pun kebudayaannya berbeda  tetapi tujuannya sama yaitu Tuhannya.



BAB II
PEMBAHASAN

1. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Agama
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yg dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Salah satu syarat yang teramat penting dalam kehidupan manusia adalah keyakinan, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai agama.
Yang menjadi pokok utama bagi manusia untuk mempercayai Tuhan dan perlunya hidup beragama adalah kebutuhan manusia akan rasa aman. Mereka yakin tiada daya dan upaya yang akan mempengaruhi kalau Tuhan tidak mengizinkan. Tuhan yang kita maksud adalah Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki kekuatan dan kasih sayang serta Tuhan yang menjadi sasaran beribadah.
Bagi orang yang percaya kepada Tuhan, perasaannya merasa selalu dilindungi oleh Tuhan baik dalam keadaan apapun, mereka tidak merasa takut. Kita perlu mempunyai kepercayaan terhadap Tuhan, mengingat kebutuhan jiwa pada diri kita. Begitu juga dengan orang yang kehilangan kepercayaan diri, harga diri dan kasih sayang, kalau mereka percaya akan Tuhan maka mereka akan bisa menghadapinya dengan penuh ketenangan.
Setiap daerah, setiap agama, dan setiap orang mempunyai cara-cara atau budaya tersendiri untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya. Seperti di Bali, sebagian penduduknya memeluk agama Hindu, mereka mempunyai cara tersendiri dalam melakukan pemujaan terhadap Tuhan, mereka memuja Tuhan dengan sesajen yang berisi macam-macam buah dan kembang berwarna warni. Daerah lainnya seperti Jawa, Madura, Kalimantan dan sebagainya mempunyai cara tersendiri sesuai agamanya. Meskipun cara atau pun kebudayaannya berbeda  tetapi tujuannya sama yaitu Tuhannya.

2. Konsepsi Ilmu budaya dasar dalam Filsafat
Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal secara logis, sistematis dan universal untuk memahami sebuah masalah. Sedangkan kebudayaan adalah kebiasaan tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia digerakan oleh akal dan perasaannya.
Apabila dibandingakan definisi kebudayaan dan definisi filsafat, keduanya bertemu dalam hal berfikir. Kebudayaan adalah cara berfikir, sedangkan filsafat adalah cara berfikir secara logis, sistematis dan universal. Dengan demikian jelaslah bahwa filsafat itu mengendalikan cara berfikir kebudayaan, oleh karena itu perbedaan kebudayaan dapat dikembalikan kepada perbedaan filsafat. Pendekatan filosofis yaitu suatu pendekatan untuk menelaah dan memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan menggunakan metode filsafat. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan semata, yang hanya terbatas pada pengalaman.
Kebudayaan juga dipandang sebagai tata nilai. Sebagai contoh seseorang berbuat sesuatu karena sesuatu itu bernilai dan berguna bagi kehidupannya. Yang menentukan nilai itu ialah Tuhan Yang Maha Esa dan juga manusia itu sendiri yang dibedakan mana yang baik dan juga mana yang buruk. Orang yakin bahwa Tuhan itu ada tentu berbeda tingkah lakunya dengan orang yang tidak mempercayai, dan dapat terlihat dalam kebiasaan hidupnya.
3. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Keindahan
Ilmu Budaya Dasar adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yg dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Ilmu budaya Dasar tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk di dalam pengetahuan budaya, akan tetapi ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian seseorang dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasak dari kata budhayah yg berarti budi atau akal. dalam bahasa latin kebudayaan berasala dari kata colere yg berarti mengolah tanah. ”Segala sesuatu yg dihasilkan oleh akal pikiran manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya” atau ”segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya” E.B.Tylor (1871). Kebudayaan adalah kompleks yg mencangkup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan lain serta kebiasaan yg didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, elok, molek dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaraganam manusia dan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Karena itu keindahan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Keindahan identik dengan kebenaran yang mempunyai daya tarik dan setiap orang memandang indah suatu benda atau objek itu berbeda. Dapat disimpulkan bahwa keindahan adalah kumpulan hubungan yang selaras dalam suatu benda dan hubungannya dengan si pengamat.
Seperti halnya kehidupan manusia yang selalu tumbuh dan berkembang, kesenian merupakan salah satu wujud keindahan dari karya manusia yang juga tumbuh dan berkembang. Dalam perkembangan kesenian atas dasar waktu yang kemudian berkembang menjadi suatu kebudayaan. Perkembangan kesenian juga dipengaruhi oleh tempat atau lokasi berkembangnya kesenian tersebut.
Akan tetapi kesenian Indonesia mengalami kemunduran, ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut antara lain, orang-orang tua yang menjadi pendukung berangsur-angsur digantikan oleh anak muda yang pada umumnya kurang mendukung, berkurangnya penggemar kesenian rakyat, makin banyaknya hiburan-hiburan moderen yang kemudian menggeser posisi kesenian rakyat.
Untuk memelihara kesenian rakyat sebagai budaya peninggalan nenek moyang, salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah mengadakan festifal setiap tahun, diharapkan dengan cara ini kesenian rakyat dapat terus hidup. Dari hal tersebut jelas bahwa keidahan dan kebudayaan erat kaitannya mengingat hal-hal yang dijadikan budaya ialah hal yang bersifat indah.

KESERASIAN
 Keserasian berasal dari kata serasi; dengan kata dasarnya adalah rasi yang artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok mengandung pengertian mengandung pengertian perpaduan, ukuran, dan seimbang. Misal, dalam rumah tangga dan halaman, rumah yang bagus dengan halaman luas yang tersusun rapi dengan bunga-bunga yang indah, akan dipandang serasi.
 Dalam mencipta seni, ada dua teori, yakni teori objektif dan teori subjektif. Teori subjektif menyatakan bahwa keindahan adalah terciptanya nilai-nilai estetik yang merupakan kualitas yang melekat pada benda itu.
 Dalam perimbangan sebagai cabang teori objektif, dinyatakan bahwa keindahan merupakan suatu kualita dari benda. Contohnya ialah bangunan arsitektur Yunani Kuno yang bagian atap bersusun dan ditopang tiang-tiang besar dengan ukuran seimbang, sehingga tapak harmonis dan serasi.atap yang bersusun itu, tercipta dari hubungan bagian yang berimbang berdasarkan perbandingan angka-angka.
 Keserasian tidak ada hubungan dengan kemewahan. Sebab keserasian merupakan perpaduan antara warna, bentuk, dan ukuran. Keserasian merupakan pertentangan antara nada-nada tinggi rendah, keras lembut, dan panjang pendek. Kadang kemewahan bisa menunjang keserasian, tetapi hal itu tidak selalu terjadi.




BAB III
PENUTUP

Keindahan berasal dari kata indah berarti bagus, permai, cantik, molek dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni dan alam semesta ciptaan tuhan. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia, oleh karena itu, kapan, dimana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan.
Keindahan identik dengan kebanaran. Keduanya mempunyai nilai yang sama, yaitu abadi . dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Segala sesuatu yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Selain itu keindahan juga bersifatunifersal.
Ciri-ciri keindahan menyangkut kualita hakiki adalah segala benda yang mengandung kesatuan (unity), keselarasan (harmoni), kesetangkupan (symmetry), dan lain sebagainya. Definisi keindahan sangat luas leh karena itu dalam estetika moderen, orang lebih suka berbicara tentang seni dan estitika kaena hal itu merupakan gejala kongkret yang dapat ditelaah dengan pengalaman secara empirik dan penguraian sistematis.
Nilai berarti kebenaran (worth) atau kebaikan (goodness). Nilai estetik sesuatu adalah realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan karena terdapat pada jiwa manusia dan bukan pada benda itu sendiri.
Ada yang membedakan nilai ini sebagai nilai subjektif dan nilai objektif atau nilai perseorangan dengan nilai kemasyarakatan. Penggolongan yang lebih penting ialah nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik. Nilai ekstrinsik dipandang dari bendanya, sedangkan intrinsik dari bendanya.



DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar